Cara Menambah Nafsu Makan Secara Alami Dengan Jamu Tradisional


Warning: Illegal string offset 'width' in /srv/users/serverpilot/apps/cari-manfaat/public/wp-content/themes/silegan-wp/inc/themeson.class.php on line 493

Warning: Illegal string offset 'width' in /srv/users/serverpilot/apps/cari-manfaat/public/wp-content/themes/silegan-wp/inc/themeson.class.php on line 494

Warning: Illegal string offset 'height' in /srv/users/serverpilot/apps/cari-manfaat/public/wp-content/themes/silegan-wp/inc/themeson.class.php on line 494

Kurang nafsu makan umumnya terjadi pada anak-anak dalam masa pertumbuhan sebagai akibat perubahan pola makan. Namun demikian, penyakit-penyakit tertentu bisa juga mengurangi nafsu makan bagi anak-anak atau orang dewasa. Diantaranya penyakit radang tenggorokan, hepatitis dan demam.
Nenek moyang kita sering menggunakan bahan-bahan alami untuk meningkatkan nafsu makan. Dan berikut ini cara menambah nafsu makan dengan ramuan tradisional. Atau orang tua dulu sering menyebutnya sebagai jamu tradisional penambah nafsu makan.

Jika Anda sedang dalam program menggemukkan badan atau menambah berat badan, tentu informasi ini menjadi informasi yang cukup penting untuk Anda karena berikut ini telah tersedia info kesehatan mengenai cara alami menambah nafsu makan  dengan jamu tradisional.

1. Daun Kenikir

Bahan: Daun kenikir segar sebanyak 100 gram.

Cara pengobatan: Daun kenikir segar dicuci bersih, kemudian dimakan sebagai lalapan mentah.

2. Kesumba keling dan madu

Bahan: 1/2 genggam daun kesumba keling, 1 sendok makan madu, air sebanyak 3 gelas.

Cara pengobatan: Daun kesumba keling dicuci bersih lalu direbus dalam 3 gelas air hingga tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin, airnya disaring dan dibagi untuk 3 kali minum bersama dengan madu.

3.Temulawak

Bahan: 30 gram rimpang temulawak, 1 sendok teh gula aren, dan 3 sendok makan air bersih.

Cara pengobatan: Parut rimpang temulawak hingga halus, kemudian tambahkan air 3 sendok makan. Peras parutan rimpang temulawak tersebut kemudian saring airnya. Tambahkan gula aren pada air perasan tersebut dan minum sekaligus. Lakukan pengobatan ini tiga kali sehari.

4. Brotowali

Bahan: Tiga helai daun brotowali, Dua jari batang brotowali yang sudah dipotong kecil-kecil, Dua gelas air.

Cara pengobatan: Cucilah daun dan batang brotowali sampai bersih. Masukkan dalam wadah (lebih baik dari tanah liat). Kemudian masukkan dua gelas air dan rebus dalam keadaan tertutup sampai tinggal setengahnya. Kalau sudah dingin, saring air rebusan. Minum sekali sehari satu gelas, lakukan selama beberapa hari.

5. Rimpang Temu Putih

Bahan: 25 gram rimpang temu putih dan air bersih 2 gelas.

Cara pengobatan: Tumbuk rimpang temu putih hingga halus, kemudian tambahkan 2 gelas air. Saring dan minum airnya dua kali sehari.

6. Daun Pepaya

Bahan: Satu helai daun pepaya, Garam dapur secukupnya, Setengah gelas air matang

Cara pengobatan: Setelah dicuci bersih, lumatkan daun pepaya lalu tambahkan air dan garam. Setelah itu, peraslah sampai keluar airnya. Air perasan diminum sekaligus. Lebih baik minumlah pada pagi hari. Meramunya juga pada pagi hari. Lakukan hal ini selama beberapa hari.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *