Manfaat Berenang

Selain shopping, karaoke, dan nonton, berenang adalah kegiatan yang asyik dilakukan rame-rame. Kebayang, tuh, serunya main air plus ngecengin cowok-cowok berbadan atletis di kolam renang. Hmm… gimana kalau mulai sekarang kita jangan cuma main air, tapi kenali seluk-beluk renang biar bisa dapat manfaatnya!

Ada Tiga Manfaat Utama

Yang namanya olahraga, apapun jenisnya, pasti bermanfaat buat
tubuh. Renang termasuk latihan aerobik tipe dua yang membutuhkan keterampilan untuk melakukannya. Makanya butuh latihan agar kita bisa berenang.

Ada tiga manfaat utama renang, yaitu melatih ketahanan otot, menjaga kesehatan jantung dan paru, serta melatih kelenturan. Saat berenang, otot yang bertugas mengembangkan dan mengempiskan paru akan terlatih sehingga lebih fleksibel. Otot yang fleksibel akan membuat aliran udara berjalan lebih lancar.

Gerakan renang yang cukup dinamis jelas bakal melatih otot-otot, terutama di bagian lengan dan kaki. Sedangkan untuk kelenturan, renang bakal melatih sendi karena gerakannya yang cukup luas, apalagi ketika kita menggerakkan tangan untuk mengayuh dan mendorong badan.

Selain itu, latihan renang teratur bisa membuat posisi tubuh lebih tegap dan nggak bungkuk. Dan untuk yang ingin melangsingkan badan, renang terbukti efektif membakar kalori – asal dilakukan secara benar dan nggak sekadar main air.

Belajar Dari Sekarang

Nggak semua orang bisa berenang, soalnya, nih, memang nggak semua orang dikenalkan pada olahraga ini sejak dini. Tapi nggak ada kata terlambat untuk mulai belajar.

Memang sebaiknya belajar berenang sejak dini, yaitu sejak berusia 4-5 tahun. Mulai berlatih sejak kecil dengan berlatih saat sudah dewasa jelas bakal ada bedanya. Saat masih kecil, sendi kita masih lentur sehingga lebih mudah mengikuti gerakan renang yang benar. Tapi jika kita punya keinginan dan motivasi tinggi, kita juga bisa, kok, mempelajari gerakan secara benar

biasanya ketahanan otot juga berbeda jika kita baru belajar saat sudah dewasa. Misalnya, nih, baru 50 meter berenang kita sudah merasa kelelahan dan harus sering istirahat. Beda dengan orang yang belajar sejak kecil, biasanya bakal lebih tahan untuk menempuh jarak berenang lebih jauh.

Lupa waktu

Kenapa, sih, kalau kita sudah main air di kolam renang sering banget lupa waktu? Rasanya asyik banget menikmati air sambil ngobrol atau sekadar merasakan badan kita mengambang di air. Suhu air yang dingin memang bisa mengurangi emosi tinggi sehingga secara psikologis perasaan kita tenang.

Selain itu, jika kita berenang rame-rame dengan teman, unsur rekreasinya cukup tinggi walaupun akhirnya katori yang terbakar nggak terlalu banyak. Tahu sendiri, saat berenang dengan teman kebanyakan kita hanya main air dan latihannya nggak terlalu banyak.

Asyiknya lagi, berenang bisa dilakukan semua orang, Kita nggak boleh berenang hanya jika sedang menderita infeksi seperti demam dan flu. Di luar itu, sih, silakan berenang sepuas hati!

Persiapannya Nih …

Sama seperti melakukan olahraga lainnya, berenang harus diawali pemanasan dan diakhiri pendinginan. Tujuannya agar kita terhindar dari cedera dan kram saat melakukan latihan inti. Bentuk pemanasan dan pendinginan sama saja, yaitu berupa peregangan bagian tubuh, dari kepala sampai ujung kaki.

Pemanasan dilakukan dengan peregangan bagian tubuh selama 10 menit. Tiap gerakan dilakukan dalam 10 hitungan, misalnya memiringkan kepala ke kanan dalam 10 hitungan, lalu dimiringkan ke kiri juga 10 hitungan. Begitu seterusnya. Demikian juga pendinginan yang penting dilakukan untuk mengembalikan tubuh ke kondisi semula.

nggak ada bedanya berenang di pagi, siang, sore atau malam hari karena sebenarnya tingkat kelembapan permukaan air nggak berubah.Yang harus diperhatikan, jika kita berenang siang hari di kolam renang outdoor jangan lupa memakai sunblock agar kulit nggak terbakar.

Ini Yang Dilatih!

Pada dasarnya gerakan saat renang bisa melatih otot pada lengan, paha, dan punggung. Namun tiap gaya memiliki porsi latihan otot berbeda. Pada renang gaya punggung, jelas ketahanan otot punggung dan perut yang lebih banyak dilatih. Sedangkan pada gaya katak, dada dan paha samping adalah bagian yang dilatih. Tahu sendiri, kan, pada gaya katak, paha bergerak aktif mendorong tubuh.

Renang gaya bebas melatih otot lengan karena gerakan lengan pada gaya ini sangat luas. Dan untuk gaya kupu-kupu, bahu bagian atas dan dada depan yang aktif bergerak. Gerakan lengan yang aktif saat berenang memang membuat pundak orang yang biasa berenang jadi lebar.

Karena berenang bisa melatih otot paru-paru, penderita asma sebaiknya melakukan olahraga ini. Selain itu, orang yang punya kelemahan pada sendi lutut (osteoarthritis) serta orang dengan indeks massa tubuh lebih dari 30 sebaiknya memilih berenang daripada joging yang bisa membebani lutut.

Bertahap Saja

Memaksakan tubuh untuk langsung berenang jarak jauh dengan durasi lama nggak akan membuat badan bugar secara instan. Makanya berenang sebaiknya dilakukan bertahap sesuai ketahanan tubuh. Idealnya, sih, kita melakukan latihan tiga kali seminggu dengan durasi masing-masing 30 menit.

Tapi ingat, 30 menit itu hanya latihan inti. Jadi, jika ditambah dengan pemanasan dan pendinginan masing-masing 10 menit, durasi total berolahraga mencapai hampir satu jam. Makanya olah-raga teratur itu idealnya seminggu tiga kali selama masing-masing satu jam.

Begitu bisa berenang, nggak usah memaksakan diri untuk langsung melakukan latihan 30 menit tanpa henti. Latihan inti bisa dimulai selama 12 menit saja pada dua minggu pertama. Lalu dua minggu kemudian durasinya ditambah bertahap hingga mencapai waktu yang kita inginkan.

Atau, bisa juga memulai latihan dengan jarak tertentu, 100 meter tanpa henti misalnya. Lalu pada sesi latihan berikutnya ditambah jadi 150 meter tanpa henti. Begitu seterusnya, hingga kita berenang dengan jarak lebih jauh.

Tunggu apa lagi? Mulai berenang, yuk!

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *