Manfaat Sarapan Pagi

Karena terburu-buru ke kantor, nggak sempat sarapan. Rencananya, sih, pengen sarapan di kantor. Sampai di kantor, eh… langsung rapat, jadi nggak sempat (lagi) sarapan, deh. Akhirnya badan lemas, ngantuk, otak buntu, plus gampang uring-uringan seharian.

Meskipun kedengarannya sepele, sarapan punya peran penting bagi tubuh kita. Sarapan adalah bahan bakar tubuh yang memberi energi hingga tengah hari bolong, ibarat bensin pada mobil. Makanya setelah tubuh ‘berpuasa’ semalaman, kita kudu memberikan santapan ‘buka puasa’ di pagi hari….

Bikin Bersemangat

Di dalam menu sarapan sehat terdapat zat protein, lemak, besi, vitamin, mineral, dan serat. Sarapan pagi dengan menu mengandung karbohidrat bisa meningkatkan kadar glukosa darah kita, sehingga kita akan memiliki tenaga untuk beraktivitas.

Sering lemas karena nggak sarapan? Itu karena kadar glukosa darah kita kurang, tuh. Nggak sarapan berarti membiarkan lambung kosong untuk saat lama, dan (mungkin saja) saat dipaksakan sarapan dengan makanan berat, kita jadi mual.

Di saat tidur semua organ tubuh kita tetap bekerja, usus tetap peristaltik, jantung tetap berdetak. Dan kerja organ itu memakai energi, makanya saat bangun tidur kita merasa lapar. Lebih baik minum air putih dulu saat bangun tidur, supaya lambung nggak kaget.

Kalau malas makan berat, makan roti panggang dengan keju serta minum jus buah segar juga sudah cukup, kok. Kandungan vitamln dan mineral dalam jus buah dapat meningkatkan kadar gula darah setelah semalaman nggak makan. Kalau menu sarapan kita cuma teh manis dan beberapa potong biskuit, itu belum cukup. Pilih menu sarapan yang baik, sehingga kita punya energi cukup memulai hari.

Kurangi Resiko

Ternyata tidur semalaman bikin otak juga kelaparan. Kalau kita nggak mendapatkan glukosa cukup saat sarapan, fungsi otak akan terganggu dan akhirnya daya memori otak kita melemah dalam mengingat segala sesuatu (* sulit berkonsentrasi, deh *). Sarapan membuat kemampuan berpikir dan memecahkan masalah jadi lebih baik, serta menjaga mental.

Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa seseorang yang melewatkan sarapan paginya ternyata lebih mudah terkena depresi. Sebaliknya, mereka yang sempat sarapan merasa lebih puas dan menunjukkan minat tinggi terhadap pekerjaannya.

Yang paling penting, sarapan bikin kita terhindar dari risiko diabetes, penyakit jantung, dan stroke. Kita bisa pula mendapatkan lebih banyak asupan vitamin A, D, E, zat besi, dan kalsium, bahkan bisa terhindar dari risiko berbagai penyakit, termasuk polip usus dan kanker kolon.

Engga Asal Kenyang

Sarapan cepat dan bergizi gampang, kok. Pilih menu seperti sereal yang kaya serat ditambah buah-buahan dan susu. Bisa juga dengan menu nasi goreng dan telor ceplok serta jus buah segar alami. Menu lain bisa berupa mi dengan telur dan sayuran hijau seperti sawi, maupun pasta dengan keju dan daging (* untuk versi yang lebih tajir *).

Sarapan pagi yang menyehatkan bukan hanya diperoleh dari sereal berkadar serat tinggi, namun perlu dilakukan pemilihan menu yang tepat. Jenis-jenis karbohidrat sebetulnya setara kandungan kalori dan gizinya.

Seporsi nasi setara dengan semangkuk mi, tiga helai roti, atau kentang. Ada baiknya hindari sarapan dengan junk food, karena nggak memiliki kandungan serat sama sekali. Makanan seperti itu menyebabkan energi berlebih di dalam tubuh. Junk food juga tinggi kandungan lemak, garam dan kolesterol, yang bisa memicu timbulnya obesitas dan penyakit jantung.

Sarapan = Langsing!

Sering ‘kalap’ saat makan siang karena kelaparan? Bisa jadi itu karena kita jarang (bahkan nggak pernah) sarapan. Soalnya, nih, kalau rutin sarapan, biasanya kita nggak akan merasa terlalu lapar di siang hari, sehingga bisa ‘mengerem’ makan berlebihan saat makan siang. Melewatkan sarapan juga bikin kita cenderung mengalihkan rasa lapar dengan ngemil sepanjang pagi hingga menjelang makan siang, apalagi camilannya belum tentu sehat.

Karena itu, sarapan dengan makan makanan sehat akan meningkatkan kemampuan pembakaran lemak dalam tubuh. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan, orang yang sarapan (yang benar) cenderung bertubuh lebih langsing dibandingkan mereka yang nggak sarapan. Makanya, sarapan dulu, dong….

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *